Kompetensi Abad 21 Menuju Tahun Emas 2045
DOI:
https://doi.org/10.47655/widyadewata.v6i2.134Keywords:
Abad 21, Kompetensi, Tahun Emas 2045Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kompetensi yang dibutuhkan oleh peserta didik menghadapi abad 21 dan tahun emas 2045. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian pustaka atau literatur review menggunakan sumber data dari beberapa jurnal dan buku. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan selanjutnya dideskripsikan secara kualitatif untuk dapat memberi gambaran kompetensi yang dibutuhkan oleh siswa atau mahasiswa sebagai generasi Indonesia yang siap menuju tahun emas 2045. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi yang dibutuhkan adalah integrasi antara kompetensi dasar dan kompetensi holistik terintegrasi sebagaimana yang dirumuskan pemerintah melalui Badan Standar Nasional Pendidikan di tahun 2020. Kompetensi dasar meliputi (1) kompetensi keberagamaan (religiosity competence); (2) kompetensi kewarganegaraan (citizenship competence), (3) literasi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa (IPTEKSB), (4) kompetensi digital; (5) kompetensi belajar untuk belajar. Sedangkan kompetensi holistik terintegrasi terdiri atas: (1) kompetensi untuk hidup (biologis); (2) kompetensi untuk kehidupan (sosial, budaya, dan alam); dan (3) kompetensi untuk penghidupan (ekonomi).
Downloads
References
Afif, M. (2019). Meningkatkan Kreatifitasdan Inovatif dalam Lintasan Pembelajaran Hipotetis PendidikanIslam pada Eraindustri 4.0. PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction, 3(2), 1-8. Retrieved from https://jurnal.stitradenwijaya.ac.id/
Asyiah, S., & dkk. (2017). Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidikan Gratis di Kabupaten Pasaman. Journal of Public Sector Innovations, 2(1). Retrieved from https://journal.unesa.ac.id/
BSNP. (2020). Arah Kompetensi Generasi Indonesia Menuju 2045. Jakarta: BSNP.
Christiana, E. (2013). Pendidikan yang Memanusiakan Manusia. Humaniora April 2013:, 4(1), 398-410. Retrieved from https://journal.binus.ac.id/
Kawuryan, S. P. (2019). Relevansi Konsep Pemikiran Pendidikan dan Kebudayaan George S. Counts dan Ki Hajar Dewantara dengan Kompetensi Peserta Didik. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(2), 177 – 186. Retrieved from https://journal.uny.ac.id
Mulyasa, M. (2006). Kurikulum Yang Disempurnakan; Pengembangan Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
(n.d.). Pasal 1 Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.
Ramasamy, M., & Pilz, M. (2019). Competency Based Curriculum Development in The Informal Sector: The Case of Sewing Skills Training in Rural South India. International Review of Education. doi:https://doi.org/10.1007/s11159-019-09810-4
Septiarti, S. d. (2017). Sosiologi dan Antropologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Suhifatullah, M. I. (2022). Learning to Find The Meaning of Life as Educational Pillar Innovation beyond The UNESCO Concept. Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(12). doi:https://doi.org/10.55904/educenter.v1i12.522
Wijaya, E. Y., Sudjimat, D. A., & Nyoto, A. (2016). Transformasi Pendidikan Abad 21 sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia dI Era Global. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika. 1, pp. 263-278. Malang: Universitas Negeri Malang.
Winarno. (2009). Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan (Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi). Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Widyadewata

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


