Garap Gamelan Sekaten Keraton Surakarto, Yogyakato dan Cirebon Sebagai Media Dakwah Islam

Authors

  • Fariz Hananto 085600400259

DOI:

https://doi.org/10.47655/widyadewata.v7i1.148

Keywords:

Gamelan sekaten, garap, dakwah

Abstract

Gamelan sekaten pada keraton Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta dan Kanoman Cirebon membuktikan bahwa keberhasilan dakwah Walisongo tidak terlepas dari media seni khususnya karawitan. Seluruh aspek yang terdapat pada gamelan sekaten menunjukkan bahwa agama dan kebudayaan dapat bersinergi sehingga mampu menyampaikan seluruh ajaran dari Walisongo. Garap dari gamelan sekaten merupakan unsur dari kolaborasi budaya dan agama yang menjadi dasar lahirnya kebudayaan yang memiliki nilai filosofi keislaman. Mulai dari penamaan sekaten yang diadaptasi dari syahdatain, makna jumlah ricikan yang digunakan hingga gending-gending pagelaran gamelan sekaten yang disajikan. Seluruh aspek yang ada pada gamelan sekaten merupakan bentuk ajaran yang diciptakan Walisongo dan raja-raja islam terdahulu sebagai media yang untuk menyiarkan islam dan menanamkan ajarannya kepada seluruh masyarakat dengan pendekatan kultural. Secara keseluruhan seluruh makna yang terkandung dalam gamelan sekaten pada masing-masing daerah menunjukkan bahwa kesenian tradisional mampu menjadi sebuah media tanpa mengubah ekspresi budaya tersebut namun tetap bernapaskan ajaran-ajaran islam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Damardjati Supadjar, A. N. P. (2001). Nawang sari. Fajar Pustaka Baru. https://www.google.co.id/books/edition/Nawang_sari/a8WaOwAACAAJ?hl=id

Daryanto, Joko. (2016). Sekaten dan legitimasi Kekuasaan Raja KAraton Surakarta. Jurnal keteg. Vol 16, No 1. DOI: https://doi.org/10.33153/keteg.v16i1.1769

Darban, Ahmad Adaby. (2004). Ulama Jawa Dalam Prespektif Sejarah. Jurnal Humaniora. Vol.16, Hal. 27-34. https://doi.org/10.22146/jh.804

Dedy Mulyana. (2017). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Djohan. (1999). Respons Emotional Well-Being. 22(1), 139–150. Mudra Jurnal Seni Budaya, Institut Seni Indonesia Denpasar. DOI: https://doi.org/10.31091/mudra.v22i1.1549

Hartanti, Anggraeni Dwi. (2012). Analisis Semiotika Mkana "Sekaten" Sebagai Simbol Budaya Kraton Yogyakarta dan Masyarakat Yogyakarta Dalam Wisata Budaya Jawa. Yogyakarta: UPN Veteran Press.

Hananto, Fariz. (2020). Gamelan Sebagai Simbol Estetis kebudayaan Masyarakat Jawa. Jurnal Representamen.Vol 6, No 1. DOI: https://doi.org/10.30996/representamen.v6i01.3511

Noviyanti, Gevi. (2016). Gamelan Sekaten dalam Ritus Masyarakat Trusmi Cirebon. Yogyakarta: ISI Press Yogyakarta.

Mayasari, Rina. (2007). Kajian Struktur dan Nilai Simbolis Cerita Rakyat Upacara Tradisi Sekaten di Keraton Kasunanan Surakarta. Surakarta: FKIP UNS Press.

Pradjapangrawit, Raden Ngabehi. (2021).

Spradley, J. P. (2006). Metode Etnografi (terjemahan). In Metode Etnografi (terjemahan).

Sugiyono. (2016). Sugiyono, Metode Penelitian. Sugiyono.

Sunarto, B. (2005). Budaya Musik Karaton Surakarta Dalam Perspektif Sejarah. 36, 20. http://katalog.pustaka.unand.ac.id//index.php?p=show_detail&id=89620

Supanggah, R. (2002). Bothekan Karawitan Gaya Baru.

Supanggah, R. (2009). Bhotekan Karawitan II: Garap. Surakarta: ISI Press Surakarta. https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=4n1ecWEAAAAJ&citation_for_view=4n1ecWEAAAAJ:9yKSN-GCB0IC

Waridi. (2006). Karawitan Jawa masa pemerintahan PB X (pp. 285–299). SOLO : ISI Press, 2006. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=98363#

Wimbrayardi, W. (2019). Musik Tradisi Sebagai Salah Satu Sumber Pengembangan Karya Cipta. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan Dan Pendidikan Musik, 1(1), 7–12. https://doi.org/10.24036/musikolastika.v1i1.10

Sosodoro, Bambang. (2018). Interaksi dan Komunikasi Musikal Dalam Garap Sekaten. Jurnal Keteg. Vol 18, No 2. DOI: https://doi.org/10.33153/keteg.v18i2.2403

Pradoko, A.M. Susilo.(1995). Fungsi Serta Makna Simbolik Gamelan Sekaten dalam Upacara Garebeg di Yogyakarta. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Waridi. (2006). “Karawitan Jawa Masa Pemerintahan PB X.” Surakarta: SOLO : ISI Press, 2006.

Zuhdi, Muhamad Nurdin, Dkk. (2017). Dialog Al-Quran Dengan Budaya Lokal Nusantara: Resepsi Al-Quran Dalam Budaya Sekaten Di keraton Yogyakarta. Vol 2, No 1. DOI: https://doi.org/10.24090/maghza.v2i1.1548

Daftar Narasumber/Informan

Pengrawit, Ngabehi Guno (30th). Abdi dalem dan nayaga gamelan sekaten keraton kesunanan Surakarta. Wawancara tanggal 19 November 2023 di Pagongan lor Keraton Kasunanan Surakarta.

Rokhim, Muhamad Nur/ Elang Aim (62th). Abdi dalem Keraton Kanoman Cirebon dan Lurah (pimpinan) Gamelan Sekaten. Wawancara tanggal 6 November 2023 di Ksiti Hinggil Keraton Kanoman Cirebon.

Farihin, S.Hum. (31th). Tim Pustaka Wangsakerta Keraton Kanoman Cirebon. Wawancara tanggal 7 November 2023 di lingkungan keraton Kanoman Cirebon.

Punokawan, Kawedangan Hageng (52th). Abdi dalem keraton Kasultanan Yogyakarta. Wawancara tanggal 4 November 2023 di rumahnya.

c

Downloads

Published

2024-06-28

How to Cite

Garap Gamelan Sekaten Keraton Surakarto, Yogyakato dan Cirebon Sebagai Media Dakwah Islam . (2024). Widyadewata, 7(1), 44-54. https://doi.org/10.47655/widyadewata.v7i1.148