Pendidikan Alternatif Anak Usia Sekolah Dalam Peningkatan Kesejarteraan Masyarakat Melalui Membaca

Authors

DOI:

https://doi.org/10.47655/widyadewata.v4i1.37

Keywords:

Pendidikan alternatif, Membaca, Sekolah alam, Kesejahteraan masyarakat

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap konsep membaca alam dengan pendidikan alternatif untuk anak usia sekolah. Kampoeng BATARA (Baca Taman Rimba), merupakan inisiasi seseorang dengan tujuan menyelamatkan hak bermain anak menggunakan pendekatan praktik pada sumber informasinya, yaitu berbasis alam. Melalui metode pembelajaran yang diterapkan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sosial sahabat cilik dan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dikaji dengan penggalian data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dampak jangka pendek dan jangka panjang dari aktifitas Kampoeng BATARA terhadap kehidupan social dan kesejahtereaan masyarakat. Dampak jangka pendeknya yaitu: pengetahuan yang didapat siswa adalah nyata, melalui akses langsung ke sumber pengetahuan; secara psikologis, ketakutan siswa terhadap orang asing hilang, karena konsep tamu adalah guru; hubungan sosial antara peserta dengan masyarakat menguat; perekonomian masyarakat meningkat dengan jiwa wirausaha yang ditanamkan; serta minat membaca siswa meningkat. Selanjutnya, dampak jangka panjangnya yaitu: meluasnya akses pendidikan secara berkelanjutan dan menghilangkan stigma tentang pendidikan yang belum terjangkau di daerah terpencil.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Bachrul Ilmi

    Prodi D3 Perpustakaan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret

References

Baxter, P and Lynne, B. (2009). Alternative Education: filling gap in emergency and post conflict situations. Paris: International Institute for Educational Planning.

Cooper. (2015). Nature and the Outdoor Learning Environment: The Forgotten Resource in Early Childhood Education. International Journal of Early Childhood Environmental Education, 3(1) p.85-97.

Goverment of India. (2013). National Policy for Children, 2013. New Delhi: Ministry of Women and Child Development.

Sharma, V. (2016). Development of the Concept of Childhood and Child Welfare in India. Diakses dari https://www.researchgate.net/profile/Vibha_Sharma6/publication/309124447_Development_of_the_Concept_of_Childhood_and_Child_Welfare_in_India/links/59759b6c0f7e9b4016a07c3f/Development-of-the-Concept-of-Childhood-and-Child-Welfare-in-India.pdf?inViewer=1&pdfJsDownload=1&origin=publication_detail&previewAsPdf=false).

Unesco Institute for Statistics. (2018). International Observatory on Equity and Inclusion in Education. Diakses dari http://uis.unesco.org/en/topic/equity-education.

Unicef. (2007). A Human Rights-Based Approach to Education for All. New York: Unicef

United Nations Development Programme. (2016). Human Development Report 2016: human development for everyone. Canada: Lowe-Martin Group.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 Penumbuhan Budi Pekerti. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 4301. Jakarta.

Downloads

Published

2022-12-06

How to Cite

Pendidikan Alternatif Anak Usia Sekolah Dalam Peningkatan Kesejarteraan Masyarakat Melalui Membaca. (2022). Widyadewata, 4(1), 38-46. https://doi.org/10.47655/widyadewata.v4i1.37