AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH SAWO KECIK (Manilkara kauki) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus
DOI:
https://doi.org/10.47655/widyadewata.v4i1.42Keywords:
Antibakteri; Sawo kecik; S. aureusAbstract
S. aureus merupakan flora normal pada kulit dan membran mukosa. Akan tetapi, tingginya persentase bakteri ini pada tubuh menyebabkan beragam infeksi yang dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Pengobatan infeksi bakteri hingga saat ini dilakukan dengan pemberian antibiotik pada penderita. Namun, antibiotik yang digunakan memerlukan biaya relatif mahal dan menimbulkan efek samping. Pengobatan alternatif dengan memanfaatkan bahan alam menjadi langkah mudah yang dapat dilakukan, biaya relatif murah, dan minim efek samping. Sawo kecik merupakan tanaman yang banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Secara empiris dimanfaatkan sebagai obat tradisional, seperti obat penurun panas, obat cacing, antileprotik, dan obat diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah sawo kecik dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus. Penelitian ini dimulai dengan maserasi buah sawo kecik, skrining fitokimia, uji total fenol, dan uji aktivitas antibakteri. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa sampel mengandung senyawa alkaloid, tanin, dan saponin. Total fenol dari 100 g sampel yaitu sebesar 88,320 mgGAE, dan diketahui memiliki aktivitas kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak etanol sawo kecik berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus. Penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah dalam pengembangan agen antibakteri, terutama pada bakteri gram positif.
Downloads
References
Ahmad, A. R., Juwita, J., & Ratulangi, S. A. D. (2015). Penetapan kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak metanol buah dan daun patikala (Etlingera elatior (Jack) RM SM). Pharmaceutical Sciences & Research, 2(1), 1.
Astarina, N. W. G., Astuti, K. W., & Warditiani, N. K. (2013). Skrining fitokimia ekstrak metanol rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb.). Jurnal Farmasi Udayana.
Basyuni, M., & Wati, R. (2018, November). Polyisoprenoids profile and composition from selected plant Sapotaceae family. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 434, No. 1, p. 012104). IOP Publishing.
Dong, S., Yang, X., Zhao, L., Zhang, F., Hou, Z., & Xue, P. (2020). Antibacterial activity and mechanism of action saponins from Chenopodium quinoa Willd. husks against foodborne pathogenic bacteria. Industrial Crops and Products, 149, 112350.
Fatimah, F., Adhlani, E., & Sandri, D. (2015). Aktivitas buah sawo mentah pada salmonella typhii. Jurnal Teknologi dan Industri, 2(1), 56-62.
Foster, T. J., & Geoghegan, J. A. (2015). Staphylococcus aureus. Molecular Medical Microbiology, 655-674.
Khare, C. P. (2007). Indian Medicinal Plants: An Illustrated Dictionary, Springer Verlag, New York, pp. 397–398.
Kurhekar, J. V. (2016). Tannins-antimicrobial chemical components. Int. J. Technol. Sci, 9, 5-9.
Lim, T. K. (2013). Edible medicinal and non-medicinal plants. Fruits, Springer, Dordrecht, 6, pp 107-109.
Mailoa, M. N., Mahendradatta, M., Laga, A., & Djide, N. (2014). Antimicrobial activities of tannins extract from guava leaves (Psidium guajava L.) on pathogens microbial. International Journal of Scientific & Technology Research, 3(1), 236-241.
Marliana, S. D., Suryanti, V., & Suyono, S. (2005). The phytochemical screenings and thin layer chromatography analysis of chemical compounds in ethanol extract of labu siam fruit (Sechium edule Jacq. Swartz.). Biofarmasi Journal of Natural Product Biochemistry, 3(1), 26-31.
Miranti, M., & Suwary, C. (2013). Perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 30% 30% dan 96% kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffal) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup, 13(1), 11-25.
Nafisah, M., Tukiran, S., & Hidayati, N. (2014). Uji Skrining Fitokimia Pada Ekstrak Heksan, Kloroform dan Metanol dari Tanaman Patikan Kebo (Euphorbiae hirtae). In Prosiding seminar nasional kimia (pp. 281-282).
Nyambuya, T., Mautsa, R., & Mukanganyama, S. (2017). Alkaloid extracts from Combretum zeyheri inhibit the growth of Mycobacterium smegmatis. BMC complementary and alternative medicine, 17(1), 1-11.
Pan, X., Chen, F., Wu, T., Tang, H., & Zhao, Z. (2009). The acid, bile tolerance and antimicrobial property of Lactobacillus acidophilus NIT. Food Control, 20(6), 598-602.
Parastan, R., Kargar, M., Solhjoo, K., & Kafilzadeh, F. (2020). Staphylococcus aureus biofilms: Structures, antibiotic resistance, inhibition, and vaccines. Gene Reports, 100739.
Prayudhani, M. F., Hastuti, U. S., & Suarsini, E. (2013, October). Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Daun dan Kulit Batang Sawo Kecik (Manilkara Kauki L Dubard) terhadap Bakteri Escherichia Coli. In Prosiding Seminar Biologi (Vol. 10, No. 2).
Setyowati, W. A. E., Ariani, S. R. D., Ashadi, B. M., & Rahmawati, C. P. (2014). Skrining fitokimia dan identifikasi komponen utama ekstrak metanol kulit Durian (Durio zibethinus Murr). Seminar nasional kimia dan pendidikan kimia, ISBN: 979363174-0.
Siregar, A. F., Sabdono, A., & Pringgenies, D. (2012). Potensi antibakteri ekstrak rumput laut terhadap bakteri penyakit kulit Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, dan Micrococcus luteus. Journal of marine research, 1(2), 152-160.
Srisupap, S., & Chaicharoenpong, C. (2021). In vitro antioxidant and antityrosinase activities of Manilkara kauki. Acta Pharmaceutica, 71(1), 153-162.
Taylor, T. A., & Unakal, C. G. (2017). Staphylococcus aureus.
Zhao, Y., Su, R., Zhang, W., Yao, G. L., & Chen, J. (2020). Antibacterial activity of tea saponin from Camellia oleifera shell by novel extraction method. Industrial Crops and Products, 153, 112604.


