TOLERANSI KEHIDUPAN UMAT BERAGAMA DI BALI DALAM PERAYAAN HARI RAYA NYEPI PADA AWAL ABAD XXI
DOI:
https://doi.org/10.47655/widyadewata.v5i1.57Keywords:
Hari Raya Nyepi, Toleransi, Umat Hindu, Umat Islam, Umat KristianiAbstract
Satu hari raya besar yang menjadi keunikan tersendiri di Bali adalah hari raya Nyepi untuk merayakan pergantian tahun Saka oleh umat Hindu. Konsekuensinya adalah penghentian seluruh aktivitas masyarakat, baik umat Hindu maupun umat beragama lain di Bali. Oleh sebab itu, sebuah bentuk pengertian bersama (toleransi) dibutuhkan agar kehidupan umat beragama di Bali tetap berlangsung harmonis. Dengan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan memaparkan bentuk-bentuk toleransi atas kehidupan umat beragama di Bali dalam perayaan hari raya Nyepi pada awal abad ke-21. Metode penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan menggunakan sumber primer berupa surat kabar sezaman dan surat keputusan atau publikasi resmi pemerintah serta sumber sekunder berupa literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang periode ini, beberapa kali hari raya Nyepi bertepatan dengan hari Jumat sebagai hari beribadah umat Islam atau hari Minggu sebagai hari beribadah umat Kristiani sehingga membutuhkan bentuk toleransi. Bentuk toleransi yang dicapai adalah tidak digunakannya pengeras suara pada saat azan dan salat Jumat bagi umat Islam dan memindahkan waktu peribadatan ke hari Sabtu bagi umat Kristiani. Meski tidak jarang hal ini menimbulkan konflik, momentum tersebut dapat menjadi sarana merekatkan hubungan antarumat beragama di Bali.
Downloads
References
A’la, A. (2002). Melampaui Dialog Agama. Jakarta: Kompas.
Amurwonegoro, A. (2021, March 7). Gereja Katolik Katedral Denpasar Majukan Jadwal Ibadah, Bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Tribun News. https://bali.tribunnews.com/2021/03/07/gereja-katolik-katedral-denpasar-majukan-jadwal-ibadah-bertepatan-dengan-hari-raya-nyepi?page=all
Anonim. (2005, March 9). Meski Nyepi, Umat Islam Tetap Bisa Salat Jumat. Tempo. https://koran.tempo.co/read/nusa/35452/meski-nyepi-umat-islam-tetap-bisa-salat-jumat
Anonim. (2008, March 11). Catholics, Muslims Adjust Friday Services To Respect Balinese Hindus´ Silence. UCA News. https://www.ucanews.com/story-archive/?post_name=/2008/03/12/catholics-muslims-adjust-friday-services-to-respect-balinese-hindus-silence&post_id=29454
Anonim. (2012, March 23). Nyepi, Umat Muslim di Bali Solat Jumat dengan Kawalan Pecalang. Detik. https://news.detik.com/berita/d-1875127/nyepi-umat-muslim-di-bali-solat-jumat-dengan-kawalan-pecalang
Bambang. (2008a, March 7). Jumatan Saat Nyepi di Bali Lancar. Antara. https://www.antaranews.com/berita/95810/jumatan-saat-nyepi-di-bali-lancar
Bambang. (2008b, March 7). Nyepi, Kampung Jawa di Bali Tetap Semarak. Antara. https://www.antaranews.com/berita/95825/nyepi-kampung-jawa-di-bali-tetap-semarak
Baraas, A. (2012, March 7). Nyepi Jatuh di Hari Jumat, Umat Islam dan Hindu Berembuk Soal Ibadah. Republika. https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/06/m0gl9s-nyepi-jatuh-di-hari-jumat-umat-islam-dan-hindu-berembuk-soal-ibadah
Basyar, M. H. (2010). Identitas Minoritas di Indonesia: Kasus Muslim Bali di Gianyar dan Tabanan.
Couteau, J. (1996). Koeksistensi Islam dan Hindu di Bali; Tinjauan Sosiologis. A. Mahasin, B. C. Syamwil, A. Awaluddin, A. Zaeni, L. Nurbaeti, R. H. Alam, & T. I. Fatah (Eds.), Ruh Islam dalam Budaya Bangsa: Aneka Budaya Nusantara. Jakarta: Yayasan Festival Istiqlal.
Diputra, R. (2012, March 24). Izinkan Umat Islam Salat Jumat, PBNU Apreasiasi Umat Hindu di Bali. Okezone. https://nasional.okezone.com/read/2012/03/23/337/598842/izinkan-umat-islam-salat-jumat-pbnu-apreasiasi-umat-hindu-di-bali
Dwipayana, A. A. G. N. A. (Ed.). (2012). Bulan Sabit di Pulau Dewata: Jejak Kampung Islam Kusamba-Bali. Yogyakarta: Program Studi Agama dan Lintas Budaya Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.
Eiseman, F. B. (1994). Bali: Sekala & Niskala Volume I. Singapore: Periplus Editions.
Epa, K. (2021, March 15). Bali Churches Go Quiet on Hindus’ Day of Silence. UCA News. https://www.ucanews.com/news/bali-churches-go-quiet-on-hindus-day-of-silence/91759
Hasyim, S. (2001). Rumah Ibadah, Toleransi, dan Dialog Antarumat Beragama. N. Achmad (Ed.), Pluralitas Agama: Kerukunan dalam Keragaman. Jakarta: Kompas.
Indonesia. (2021). Seruan Bersama Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1943.
Kartini, I. (2011). Dinamika Kehidupan Minoritas Muslim di Bali. Masyarakat Indonesia, 37(2), 115–145.
Kementerian Agama RI. (2018). Data Umat Berdasar Jumlah Pemeluk Agama Menurut Agama. https://data.kemenag.go.id/agamadashboard/statistik/umat
Mariatma, P. (1983). Catholic Commitment to Dialogue with Bali Hinduism. BulletPontificium Consilium pro Dialogo Inter Religiones, 18(2), 166–172.
Mudzhar, M. A. (2003). Pluralisme, Pandangan Ideologis, dan Konflik Sosial Bernuansa Agama. M. S. Isre (Ed.), Konflik Etno Religius Indonesia Kontemporer. Jakarta: Departemen Agama RI.
Mustika, M. (2005, March 11). Kala Nyepi, Bali Gelap Gulita. Tempo. https://nasional.tempo.co/ read/57858/kala-nyepi-bali-gelap-gulita
Natih, G. M. (1994). Peranan Umat Beragama dalam Memantapkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Memasuki PJP II. P. Setia (Ed.), Dialog Nyepi 1916 Çaka: Umat Beragama dan Persatuan Bangsa. Jakarta: Panitia Dharma Shanti Hari Raya Nyepi 1916 Çaka.
Nawawi, H. H. (2019). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pamungkas, C. (2014). Toleransi Beragama dalam Praktik Sosial: Studi Kasus Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Kabupaten Buleleng. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 9(2), 285–316.
Pendit, N. S. (2001). Nyepi: Kebangkitan, Toleransi, dan Kerukunan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Picard, M. (2020). Kebalian: Konstruksi Dialogis Identitas Bali. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Prasetya, E. (2021, March 12). Nyepi Barengan dengan Ibadah Minggu, Ini Persiapan Umat Kristen Bali. Radar Bali. https://radarbali.jawapos.com/read/2021/03/12/246609/nyepi-barengan-dengan-ibadah-minggu-ini-persiapan-umat-kristen-bali
Punia, I. N., Kebayantini, N. L. N., & Nugroho, W. B. (2018). Nyepi di Kampung Muslim Al-Amin: Leksikon Dinamika Sosial Toleransi Beragama di Denpasar, Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 8(1), 159–180.
Rabi’ah, R., Prameswari, F. C., Astika, I. M., & Muthmainah, H. (2011). Wacana Perdamaian dan Toleransi Agama-Agama di Indonesia. Jakarta: Gading Inti Prima.
Rosdiansyah. (2012, March 12). Nyepi, Salat Jumat Digelar Musala Terdekat. Lensa Indonesia. https://www.lensaindonesia.com/2012/03/12/nyepi-salat-jumat-digelar-musala-terdekat.html
Ruslani. (2001). Dialog Antaragama. N. Achmad (Ed.), Pluralitas Agama: Kerukunan dalam Keragaman. Jakarta: Kompas.
Saleh, S. (2013). Kerukunan Umat Beragama di Denpasar Bali. Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 17(1), 167–175.
Segara, I. N. Y. (2019). Relasi Hindu dan Islam di Bali. Kustini (Ed.), Monografi Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Jakarta: Litbangdiklat Press.
Setia, P. (2014). Bali Menggugat. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Sutiawan. (2012, March 1). Perayaan Nyepi Bertepatan dengan Sholat Jumat. Metro Bali. http://metrobali.com/perayaan-nyepi-bertepatan-dengan-sholat-jumat/
Suwindia, I. G. (2013). Relasi Islam dan Hindu Studi Kasus Tiga Daerah Denpasar, Karangasem, dan Singaraja Perspektif Masyarakat Multikultur di Bali. Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Tomagola, T. A. (2003). Anatomi Konflik Komunal di Indonesia: Kasus Maluku, Poso, dan Kalimantan 1998-2002. M. S. Isre (Ed.), Konflik Etno Religius Indonesia Kontemporer. Jakarta: Departemen Agama RI.
Wildaniyati, & Sunaryo, F. D. S. (2018). Dinamika Kerukunan Antar Umat Beragama Eksistensi Masyarakat Islam di Bali Pasca Bom Bali Tahun 2002-2012. Humanis, 22(1), 127–132.


