FENOMENA GURU NON-MUSLIM DI MADRASAH BALI SEBAGAI POTRET MODERASI BERAGAMA

Authors

  • Suci Andhini Widoretno MTsN 3 Jembrana, Indonesia
  • Echa Amalia

DOI:

https://doi.org/10.47655/widyadewata.v5i2.97

Keywords:

Guru non-Muslim, Madrasah, Moderasi beragama

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menggambarkan potret moderasi beragama di madrasah-madrasah yang memiliki guru non-muslim. Metode penelitian yaitu kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian mencakup seluruh warga madrasah negeri di Jembrana yang memiliki guru non-Muslim serta pihak lain yang memahami tentang permasalahan penelitian. Penentuan informan dengan purposive dan snowball sampling sebanyak 17 orang, yaitu: (1) 5 kepala madrasah, (2) 5 guru/staff Muslim, (3) 5 guru non-Muslim, (4) 1 siswi, serta (5) 1 akademisi sekaligus pengasuh pondok pesantren. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data melalui triangulasi data dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga madrasah: (1) menerima kehadiran guru non-Muslim dengan baik, dan (2) memahami moderasi beragama tidak hanya sebatas definisi saja, tapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sosial di madrasah. Hal ini terlihat dari interaksi seluruh warga madrasah yang: (1) senantiasa bersikap santun, tidak arogan, saling menyapa, mau membantu, dan melebur dengan sesama, (2) memegang teguh nilai-nilai yang dipercayai namun tidak bersikap ekstrem, (3) menghargai hak minoritas dalam beribadah, (4) memberikan kebebasan untuk berpendapat, (5) saling menghargai dan mampu bekerja sama di tengah keberagaman, serta (6) tidak mempermasalahkan perbedaan yang ada.

 

Kata kunci: Guru non-Muslim; Madrasah; Moderasi beragama

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abrur. 2022. “Toleransi Tinggi, Pesantren di Bali Punya 16 Guru Beragama Hindu”. Tersedia pada: https://www.detik.com/bali/berita/d-6023306/toleransi-tinggi-pesantren-di-bali-punya-16-guru-beragama-hindu (Diakses: 13 Agustus 2022).

Alim, M.S. & Munib, A. 2021. Aktualisasi Pendidikan Moderasi Beragama di Madrasah. Jurnal Pendidikan Agama Islam Universitas Wahid Hasyim, 9(2), 263-285. doi: 10.31942/pgrs.v9i2.5719.

Amin, M., dkk. 2021. Realitas Keberagamaan Guru Madrasah di Kudus (Respon Guru Madrasah di Kudus dalam Menyikapi Fenomena Guru non-Muslim Mengajar di Madrasah). Jurnal Penelitian, 15(1), 111-148. doi: 10.21043/jp.v15i1.10529.

Asrori, S. 2019. Mengikuti Panggilan Jihad; Argumentasi Radikalisme dan Ekstremisme di Indonesia. Jurnal Aqlam–Journal of Islam and Plurality, 4(1), 118-133. doi: 10.30984/ajip.v4i1.911.

BPS. 2018. “Penduduk Provinsi Bali Menurut Agama yang Dianut Hasil Sensus Penduduk 2010”. Tersedia pada: https://bali.bps.go.id/statictable/2018/02/15/33/penduduk-provinsi-bali-menurut-agama-yang-dianut-hasil-sensus-penduduk-2010.html (Diakses: 13 Agustus 2022).

Chairiyah, Y. 2021. Sejarah Perkembangan Sistem Pendidikan Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan Islam. MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 2(01), 49-60. doi: 10.21154/maalim.v2i01.3129.

Creswell, J.W. 2016. 30 Essential Skills for the Qualitative Researchers. Los Angeles: SAGE Publication Inc.

Creswell, J.W. & Clark, V.L.P. 2018. Designing and Conducting Mixed Methods Research. Los Angeles: SAGE Publication Inc.

Creswell, J.W. & Creswell, J.D. 2018. Research Design. Los Angeles: SAGE Publication Inc.

Fahmi, M. 2019. Pendidikan Multikultural sebagai Strategi Adaptasi Pesantren Bali Bina Insani di Daerah Minoritas Muslim Tabanan Bali. Prodi Pendidikan Agama Islam, Universitas Sunan Ampel Surabaya.

Fitriani, F., dkk. 2021. Religious Moderation in Tafsir An-Nur Karya TM Hasbi Ash-Shiddieqy: Study of Tafsir QS Al-Baqarah: 143. In Gunung Djati Conference Series, 4(1), 346-358. Tersedia pada: https://conferences.uinsgd.ac.id/index.php/gdcs/article/view/367/186 (Diakses: 31 Oktober 2022).

Hefni, W. 2020. Moderasi Beragama dalam Ruang Digital: Studi Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Jurnal Bimas Islam, 13(1), 2-22. doi: 10.37302/jbi.v13i1.182

Ihsan, D. 2021. “Kemenag: Guru Non-Muslim Bisa Mengajar di Madrasah”. Tersedia pada: https://www.kompas.com/edu/read/2021/02/03/095902671/kemenag-guru-non-muslim-bisa-mengajar-di-madrasah?page=all (Diakses: 13 Agustus 2022).

Jannah, M., dkk. (2022). Potret Sikap Toleransi Mahasiswa Program Studi PIAUD dalam Penerapan Moderasi Beragama di IAIN Pekalongan. Ulumuddin: Junal Ilmu-Ilmu Keislaman, 12(1), 107-118. doi: 10.47200/ulumuddin.v12i1.992.

Kosasih, E., dkk. 2019. Literasi Media Sosial Dalam Pemasyarakatan Moderasi Beragama Dalam Situasi Pandemi Covid 19. Jurnal Bimas Islam, 12 (2), 264-275. Tersedia pada: http://digilib.uinsgd.ac.id/30707/1/Literasi%20Medsos%20-final-%20Engkos.pdf (Diakses: 31 Oktober 2022).

Mokoginta, H. 2022. Penanaman Nilai Moderasi Beragama Siswa MTs N 2 Kotamobagu Melalui Simbol Agama, Konten Moderat dan Relasi Sosial. Journal of Islamic Education Policy, 7(1), 1-10. doi: 10.30984/jiep.v7i1.1722

Nurdin, F. 2021. Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist. Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif, 18(1), 59-70. doi: 10.22373/jim.v18i1.10525.

Rouf, A. 2018. Islam Pluralis dan Multikulturalisme: Memperkokoh Persatuan Bangsa. Jurnal Bimas Islam, 11(IV), 783-831. doi: 10.37302/jbi.v11i4.70

Rusdiana, A. 2017. Pemikiran Yusuf Qardhawi tentang Islam dan Demokrasi. I’TIBAR: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 5(9), 35-50. Tersedia pada: http://digilib.uinsgd.ac.id/35164/1/03-Pemikiran%20Yuuusuf%20Qodawi%20ttg%20Demokrasi-4.pdf (Diakses: 31 Oktober 2022).

Samsirin. 2017. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Menurut Konsep Yusuf Qardhawi. Jurnal Educan, 1(1), 47-56. doi: 10.21111/educan.v1i1.1301.

Selan, M. S., dkk. 2020. Motivasi Orang Tua Menyekolahkan Anaknya di Lembaga Pendidikan Islam di Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon. KUTTAB: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(2), 199-211. doi: 10.33477/kjim.v2i2.2571.

coverjurnalvol5no2

Downloads

Published

2022-12-28

How to Cite

FENOMENA GURU NON-MUSLIM DI MADRASAH BALI SEBAGAI POTRET MODERASI BERAGAMA. (2022). Widyadewata, 5(2), 173-182. https://doi.org/10.47655/widyadewata.v5i2.97