Deklarasi Istiqlal dan Revitalisasi Dialog Inter-religius di Indonesia
Keywords:
Dalam karya tulis ilmiah ini, penulis hendak mengelaborasi salah satu aspek terpenting audiensi Paus Fransiskus bersama tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal yakni Deklarasi Bersama Istiqlal bertajuk Meneguhkan Kerukunan Umat Beragama untuk Kemanusiaan, Deklarasi dan Penandatanganan Dokumen Istiqlal adalah dorongan kuat atau sebagaimana termuat dalam judul karya ilmiah ini, reinforcement bagi upaya-upaya dan bentuk-bentuk dialog inter-religius di Indonesia yang perlu diakui sebagai sebuah keniscayaan, Konteks ke-Indonesiaan yang plural menjadi fundamen dasar yang kuat bagi ikhtiar dan optimisme bahwa dialog inter-religius perlu semakin didorong dan dikontekstualisaiskan ke dalam bentuk yang nyata.Abstract
Abstrak
Pada tanggal 5 September 2024, berlangsung di Masjid Istiqlal dan disaksikan oleh para pemimpin dan tokoh multi agama, Pemimpin Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nassarudin Umar, menandatangani sebuah dokumen kemanusiaan bernama Deklarasi Bersama Istiqlal. Karya tulis ilmiah ini hendak menunjukkan bahwa Deklarasi Bersama Istiqlal dapat menjadi fundamen kuat serentak inspirasi bagi perwujudan dan penguatan dialog inter-religius di Indonesia. Harapannya, dialog inter-religius yang terjadi semakin mampu mendorong kiprah agama-agama dan penganutnya untuk menjalankan misi kemanusiaan sekaligus menjawab isu-isu sosial di tengah masyarakat.
Kata Kunci: Deklarasi Istiqlal, Inter-religius, Dialog
Abstract
On September 5th 2024, taking place at the Istiqlal Mosque and witnessed by multi-religious leaders and figures, the Leader of the World Catholic Church, Pope Francis and the Grand Imam of the Istiqlal Mosque, Nassarudin Umar, signing a humanitarian document called the Joint Declaration of Istiqlal. This scientific paper aims to show that the Joint Declaration of Istiqlal can be a strong foundation as well as an inspiration for the realization and strengthening of inter-religious dialogue in Indonesia. The hope is that inter-religious dialogue that occurs will increasingly be able to encourage the work of religions and their adherents to carry out humanitarian missions while responding to social issues in society.
Key Words: Declaration of Istiqlal, Inter-religious, Dialogue
Downloads
References
DAFTAR PUSTAKA
Azra, Azumardy, (1999), Konteks Berteologi di Indonesia: Pengalaman Islam, Jakarta: Paramadina.
Borrmans, Maurice, (2003), Pedoman Dialog Kristen-Muslim, Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.
Cervenkova, Denisa dan Vizina, Peter, (2021), “Faith Embodied in Attitudes: Ethics of Dialogue and Brotherhood of All People in the ‘Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together’ In Abu Dhabi and the Encyclical Fratelli Tutti”, Jurnal Theologica, Vo. 11, No. 1.
Dokumen Konsili Vatikan II, (1992), Nostra Aetate, terj. R. Hardawiryana, SJ, Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Wali Gereja Indonesia.
Feiler, Bruce, (2002), Abraham: A Journey to the Heart of Three Faiths, William Morrow: New York.
Goddard, Hugh, (2013), Sejarah Perjumpaan Islam-Kristen: Titik Temu dan Titik Seteru Dua Komunitas Agama Terbesar di Dunia, Jakarta: Penerbit Serambi Ilmu Semesta.
Habermas, Juergen, (2008), Between Naturalism and Religion, terj. Ciaran Cronin, Cambridge: Polity Press.
Hedges, P., (2010), Controversies in Interreligious Dialogue and The Theology of Religions, London: SCM Press.
Hendropuspito, D., (1983), Sosiologi Agama, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Https:istiqlal.or.id/blog/detail/penandatanganan-deklarasi-bersama-istiqlal-2024.html, diakses pada 5 Oktober 2024.
Küng, Hans, (1991), Global Responsibility: In Search of a New World Ethic, New York: Crossroad.
Küng, Hans, (2008) “Leitlinien zum Weiterdenken”, dalam Hans-Martin Schoenherr-Mann, Miteinder Leben Lernen, Muenchen: Piper Verlag, dalam Otto Gusti Madung, “Relasi Agama dan Moralitas Masyarakat Postsekular Negara”, Jurnal Millah, Vol. X, No. 2, Februari 2011.
L'Osservatore Romano, (2024), Weekly Edition in English, Fifty-seventh year, Number 36, Friday, 6 September 2024.
Riyanto, Armada, (2010), “Sebuah Studi tentang Dialog Inter-religius”, Jurnal Diskursus, 9: 2, STFT Driyarkara.
Riyanto, Armada, (2010), Dialog Interreligius: Historisitas, Tesis, Pergumulan, Wajah, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, Cet. ke-V.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Swidler, Leonard and Paul Mojzes, (2000), The Study of Religion in an Age of Global Dialogue, Philadelphia: Temple University Press.
Viktorahadi, R. F. Bhanu, (2021), Mengoreksi Extra Ecclesiam Nulla Salus:Dinamika Gagasan Inklusif Gereja dari Abad II sampai Konsili Vatikan II, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Widyadewata

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


